Kontroversi yang melibatkan komedian Park Na Rae kembali memanas setelah munculnya percakapan pribadi antara dirinya dan sang manajer yang bocor ke publik. Percakapan tersebut memicu simpati netizen karena dinilai menunjukkan bahwa Park Na Rae kemungkinan telah dituduh secara tidak adil dalam kasus dugaan perlakuan buruk terhadap manajernya.

Kasus ini berawal dari tuduhan sang manajer yang sebelumnya mengklaim mengalami berbagai bentuk ketidakadilan, mulai dari gaji yang tidak layak, kompensasi yang tidak dibayarkan, janji insentif yang tidak ditepati, jam kerja berlebihan, hingga dugaan pelecehan di lingkungan kerja. Seiring kedua belah pihak terus menyampaikan klarifikasi masing-masing, media dan publik mulai menelusuri fakta-fakta yang ada.

Kontroversi ini mencuat kembali setelah netizen menyusun rangkuman informasi berdasarkan laporan media, termasuk Dispatch, yang membandingkan tuduhan manajer dengan fakta di lapangan. Dari sisi gaji, diketahui bahwa sang manajer bergabung dengan agensi sebelumnya pada tahun 2023 dan saat itu menerima gaji sekitar 1,70 juta won. Setelah bekerja secara independen bersama Park Na Rae, gajinya meningkat menjadi sekitar 3,50 juta won. Bahkan, dalam percakapan KakaoTalk, sang manajer disebut menyatakan rasa syukur dan mengatakan tidak keberatan jika gaji tersebut dikurangi.

Mengenai insentif, manajer mengklaim dijanjikan 10 persen dari penjualan. Namun, Park Na Rae membantah pernah membuat janji tersebut dan menjelaskan bahwa insentif hanya akan diberikan jika ada kontrak siaran atau iklan baru yang berhasil diamankan. Perbedaan pernyataan ini menjadi salah satu titik utama sengketa.

Dalam isu asuransi sosial, manajer mengaku telah berulang kali meminta didaftarkan namun ditolak. Fakta yang terungkap menunjukkan bahwa manajer justru berkomunikasi langsung dengan akuntan pajak dan meminta untuk diklasifikasikan sebagai pekerja dengan penghasilan bisnis bebas. Hal ini diperkuat dengan informasi bahwa sang manajer memiliki badan usaha sendiri.

Soal jam kerja, klaim 400 jam kerja yang diajukan manajer ternyata mencakup waktu perayaan ulang tahun dan acara minum bersama di rumah Park Na Rae. Meski profesi manajer memang identik dengan jam kerja panjang, penentuan jam kerja secara objektif masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Tuduhan perlakuan tidak menyenangkan selama jadwal luar negeri juga dipatahkan oleh pernyataan empat staf lain, termasuk penata rambut, rias, dan stylist, yang menyatakan tidak menyaksikan adanya pelecehan atau penyalahgunaan selama perjalanan tersebut.

Dalam aspek tuntutan finansial, manajer awalnya menuntut sekitar 250 juta won berdasarkan klaim insentif 10 persen. Namun, dalam diskusi larut malam, jumlah tersebut tiba-tiba meningkat menjadi 500 juta won, yang semakin menimbulkan tanda tanya di kalangan publik.

Dengan terus berkembangnya fakta dan bukti yang bermunculan, publik kini menantikan keputusan akhir dari kasus ini untuk mengetahui kebenaran di balik kontroversi yang menyeret nama Park Na Rae.