Iran Sebut Starlink Milik Elon Musk Jadi Target Serangan di Tengah Eskalasi Konflik

Iran menyatakan bahwa jaringan internet satelit Starlink milik Elon Musk dapat menjadi target serangan, seiring meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui media pemerintah Iran yang menyebut Starlink sebagai “target sah” dalam konteks perang yang sedang berlangsung. Hal ini karena jaringan tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam komunikasi dan infrastruktur teknologi di wilayah konflik.

Pejabat Iran memandang Starlink bukan sekadar layanan internet sipil, melainkan bagian dari sistem komunikasi yang bisa mendukung kepentingan militer atau pihak lawan. Bahkan, jaringan tersebut disebut telah beroperasi di sejumlah negara Teluk, sehingga dianggap masuk dalam lanskap strategis yang lebih luas.

Langkah ini menandai perluasan konflik ke ranah teknologi dan siber. Sebelumnya, Iran juga diketahui telah melakukan upaya gangguan terhadap jaringan Starlink, termasuk melalui serangan elektronik dan pemblokiran sinyal di dalam negeri.

Di sisi lain, Starlink selama ini digunakan untuk membantu menyediakan akses internet di wilayah yang mengalami pembatasan atau gangguan jaringan, termasuk di Iran saat terjadi pemadaman internet nasional.

Sejumlah analis menilai bahwa ancaman terhadap Starlink menunjukkan bahwa infrastruktur teknologi kini menjadi bagian penting dalam strategi perang modern, tidak hanya terbatas pada serangan militer konvensional.

Situasi ini pun meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik ke sektor teknologi global, mengingat keterlibatan perusahaan swasta dalam dinamika geopolitik yang semakin kompleks.