10 Remaja Pelaku Tawuran di Depok Diamankan, Ikuti Program Pesantren Kilat
Depok – Sebanyak 10 remaja yang terlibat tawuran di wilayah Depok berhasil diamankan oleh aparat kepolisian setempat. Alih-alih hanya menahan secara hukum, pihak berwenang mengambil langkah edukatif dengan memasukkan mereka ke program pesantren kilat selama beberapa hari.
Kepala Kepolisian setempat menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan memberi pembinaan spiritual dan moral, sekaligus mencegah remaja kembali terlibat aksi kekerasan. “Kami ingin menanamkan nilai-nilai disiplin, kedisiplinan, dan kerukunan sejak dini,” ujarnya.
Para remaja mengikuti kegiatan yang meliputi pengajian, diskusi karakter, serta berbagai aktivitas positif lainnya di pesantren kilat. Orang tua juga dilibatkan untuk mendukung proses pembinaan anak-anak mereka.
Kasus tawuran ini sendiri dipicu oleh perselisihan antar kelompok remaja di lingkungan sekitar. Polisi menekankan bahwa pihaknya tetap menindak secara hukum sesuai tingkat pelanggaran, namun pembinaan dianggap lebih efektif untuk jangka panjang.
Langkah ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat, karena dinilai memberi efek jera sekaligus mendidik generasi muda agar lebih bijak dalam menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.
