Tentara Korea Utara yang Ditangkap di Ukraina Disebut Tolak Repatriasi, Ingin ke Korea Selatan
Seorang tentara asal Korea Utara yang dilaporkan tertangkap di wilayah konflik Ukraina dikabarkan menolak untuk dipulangkan ke negaranya. Dalam pernyataan yang beredar melalui otoritas setempat, prajurit tersebut justru menyatakan keinginan untuk pergi ke Korea Selatan.
Informasi tersebut mencuat di tengah sorotan internasional terkait dugaan keterlibatan personel Korea Utara dalam konflik bersenjata di Ukraina. Meski belum ada konfirmasi resmi dari Pyongyang, laporan menyebut tentara tersebut menyampaikan penolakannya saat proses pemeriksaan oleh pihak berwenang.
Otoritas Ukraina belum memberikan rincian lengkap mengenai status hukum prajurit tersebut, termasuk kemungkinan pemberian suaka atau mekanisme pemindahan ke negara ketiga. Namun, isu ini langsung memicu perhatian diplomatik karena menyangkut hubungan sensitif di Semenanjung Korea.
Sejumlah analis menilai, jika benar terjadi, langkah tersebut berpotensi memicu ketegangan baru antara Korea Utara dan Korea Selatan. Selama ini, kasus pembelotan militer dari Utara ke Selatan kerap menjadi isu politik yang sensitif dan berdampak pada dinamika hubungan antar-Korea.
Sementara itu, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi tersebut, terutama terkait implikasi hukum dan kemanusiaan dari status tentara yang ditahan di tengah konflik.
