Pada Jumat malam, 14 Maret 2025, sebuah insiden begal yang melibatkan gerombolan pemotor terjadi di kawasan Jakarta Pusat, tepatnya di Jalan Kebon Kosong, Kemayoran. Kejadian ini melibatkan sekitar 30 remaja yang secara brutal menyerang dan merampas harta benda seorang pelajar berusia 18 tahun, AMF, bersama dua temannya. Mereka sedang dalam perjalanan menuju kawasan Sunter untuk membeli jaket, ketika tiba-tiba dihadang oleh segerombolan pemotor yang memaksa mereka berhenti.
Dengan tanpa basa-basi, gerombolan begal ini langsung melancarkan aksi kekerasan. Mereka mengeroyok korban dan mengambil sepeda motor milik teman korban, serta merampas ponsel yang ada pada mereka. Kejadian ini berlangsung sangat cepat dan membuat korban ketakutan, apalagi dengan jumlah pelaku yang sangat banyak dan agresif. Salah satu teman korban yang berusaha mempertahankan barangnya pun terpaksa kehilangan ponselnya dalam kejadian ini. Para pelaku yang sebagian besar remaja ini beraksi dengan sangat cepat, menunjukkan betapa maraknya kasus begal yang terjadi di daerah tersebut.
Namun, aksi kejam ini tidak dibiarkan begitu saja. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian segera melaporkan kepada polisi yang sedang melakukan patroli di sekitar kawasan tersebut. Respons dari pihak kepolisian sangat cepat, mereka langsung menuju lokasi kejadian dan berhasil menangkap salah satu pelaku di tempat. Penangkapan tersebut diikuti dengan pengembangan penyelidikan lebih lanjut, yang kemudian mengarah pada penangkapan tiga pelaku lainnya.
Keempat pelaku yang berhasil diamankan adalah MFR (17), OF (17), AG (18), dan ANMM (19). Mereka adalah pelaku yang terlibat langsung dalam aksi begal tersebut, dan sebagian besar dari mereka masih berstatus remaja. Setelah penangkapan ini, polisi masih terus melanjutkan penyelidikan untuk mencari pelaku-pelaku lain yang mungkin terlibat, serta berusaha menemukan sepeda motor dan ponsel milik korban yang hilang dalam aksi tersebut. Para pelaku ini diduga sudah cukup lama beroperasi dan merupakan bagian dari kelompok begal yang meresahkan masyarakat di Jakarta Pusat.
Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di Jakarta Pusat. Sebelumnya, pada Desember 2022, seorang wartawan menjadi korban begal yang dilakukan oleh gerombolan pemotor di flyover Sudirman, Tanah Abang. Dalam kejadian tersebut, korban mengalami luka akibat tusukan benda tajam dan kehilangan sepeda motor miliknya. Kasus ini menunjukkan bahwa aksi begal motor memang menjadi masalah serius di Jakarta, terutama di kawasan-kawasan yang ramai, di mana pelaku sering memanfaatkan keramaian untuk melakukan aksi kejahatan mereka.
Menanggapi maraknya aksi begal ini, polisi pun telah meningkatkan patroli di berbagai wilayah rawan kejahatan di Jakarta Pusat. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor jika melihat kejanggalan atau aktivitas mencurigakan di sekitar mereka. Dengan semakin banyaknya gerombolan begal yang beraksi, pihak kepolisian berupaya untuk lebih intensif dalam melakukan pencegahan dan penindakan agar kasus-kasus serupa bisa diminimalisir.
Dalam beberapa hari ke depan, tim penyidik dari Polres Metro Jakarta Pusat akan melanjutkan upaya pengembangan penyelidikan ini untuk mencari pelaku-pelaku lain yang terlibat. Mereka juga terus berusaha mencari barang-barang milik korban yang hilang dalam peristiwa begal tersebut. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada, apalagi saat berkendara pada malam hari atau di kawasan yang kurang terang, agar tidak menjadi korban berikutnya.
Kasus begal ini juga menjadi peringatan bagi para orang tua untuk lebih mengawasi pergerakan anak-anak mereka, terutama yang masih remaja, karena banyak dari pelaku begal ini ternyata adalah anak-anak muda yang terlibat dalam aksi kejahatan tersebut. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk saling menjaga dan bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman. Polisi berharap dengan adanya peningkatan patroli dan penindakan terhadap para pelaku kejahatan jalanan, kasus begal di Jakarta Pusat dan wilayah lainnya dapat berkurang.