Trump Ancam Iran Lagi, Bidik Infrastruktur Energi hingga Air untuk Dihancurkan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran dengan menyasar berbagai infrastruktur vital sebagai target serangan lanjutan di tengah konflik yang terus memanas.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut sejumlah fasilitas penting yang berpotensi menjadi sasaran, mulai dari pembangkit listrik, kilang dan sumur minyak, hingga infrastruktur air seperti pabrik desalinasi. Ancaman ini dikaitkan dengan tekanan agar Iran membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz serta menyepakati tuntutan Washington.
Selain itu, Trump juga mengisyaratkan target lain seperti jembatan, jaringan transportasi, dan fasilitas listrik yang dinilai krusial bagi operasional negara. Bahkan, ia menegaskan serangan terhadap infrastruktur tersebut bisa dilakukan secara lebih luas jika konflik tidak segera mereda.
Sebelumnya, militer AS dilaporkan telah menyerang sebuah jembatan besar di Iran yang diklaim digunakan untuk mobilitas militer. Serangan ini menandai eskalasi baru karena mulai menyasar infrastruktur publik, bukan hanya target militer.
Ancaman juga mencakup fasilitas air bersih, yang menuai kekhawatiran internasional karena berpotensi menimbulkan dampak kemanusiaan serius. Sejumlah pihak menilai serangan terhadap infrastruktur sipil seperti ini dapat memperburuk krisis bagi warga sipil.
Situasi ini semakin meningkatkan ketegangan global, terutama karena konflik turut berdampak pada jalur distribusi energi dunia. Sejumlah negara pun mendesak deeskalasi guna mencegah meluasnya konflik dan krisis kemanusiaan yang lebih besar.
