Whip Pink Jadi Tren Berbahaya di Media Sosial, Dokter Ingatkan Risiko Fatal bagi Remaja
Fenomena Whip Pink belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di kalangan remaja dan anak muda. Produk yang awalnya dikenal sebagai pengisi krim kocok untuk makanan ini justru disalahgunakan dengan cara dihirup untuk menimbulkan efek euforia sesaat.
Sejumlah video yang beredar memperlihatkan pengguna Whip Pink menghirup gas dari tabung secara langsung, lalu tertawa, linglung, hingga kehilangan kesadaran. Aksi tersebut menuai kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk tenaga medis dan pemerhati kesehatan.
Menurut dokter spesialis paru, penyalahgunaan Whip Pink sangat berbahaya karena mengandung nitrous oxide atau gas dinitrogen oksida. Jika dihirup secara berlebihan, gas ini dapat mengurangi kadar oksigen dalam tubuh dan memicu gangguan serius pada otak.
“Efeknya memang terasa cepat, seperti pusing dan euforia. Tapi risikonya juga besar, mulai dari kerusakan saraf, gangguan pernapasan, hingga kematian mendadak jika digunakan terus-menerus,” ujar seorang dokter saat diwawancarai.
Tak hanya itu, penggunaan Whip Pink tanpa pengawasan medis juga dapat menyebabkan ketergantungan psikologis. Dalam jangka panjang, penyalahgunaan gas ini berpotensi merusak sistem saraf pusat dan memicu gangguan mental.
Pakar kesehatan pun mengingatkan orang tua untuk lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak mereka di media sosial. Edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan zat legal namun berisiko tinggi dinilai penting untuk mencegah tren berbahaya ini semakin meluas.
Pemerintah dan aparat terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah pengawasan lebih ketat, termasuk membatasi distribusi Whip Pink agar tidak disalahgunakan di luar peruntukan aslinya.
