Trump Frustrasi dengan Iran, Belum Putuskan Opsi Serangan
Jakarta/Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kekecewaan dan frustrasi atas posisi Iran dalam pembicaraan mengenai program nuklir dan isu keamanan, namun hingga kini belum mengambil keputusan final apakah akan melancarkan serangan militer terhadap Teheran.
Pernyataan terbaru Trump datang setelah putaran perundingan antara AS dan Iran di Jenewa, Swiss, yang dinilai tidak membuahkan kesepakatan besar. Trump mengatakan kepada wartawan bahwa negosiasi berjalan tidak sesuai harapan, namun ia belum menentukan apakah akan memerintahkan serangan udara atau tindakan militer lainnya.
Walaupun frustrasi, Trump menegaskan AS terus mengevaluasi opsi diplomatik dan militer, sambil menunggu hasil negosiasi lebih jauh. Pernyataan ini mencerminkan dilema kebijakan Gedung Putih di tengah tekanan dari militer dan mitra regional.
Situasi Regional dan Pergerakan Militer
Sementara itu, Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah, termasuk lewat penempatan kapal induk dan pasukan udara yang lebih besar, sebagai bagian dari upaya tekanan terhadap Iran.
Menurut laporan, beberapa negara juga mengambil langkah antisipasi keamanan, seperti evakuasi staf dari kedutaan dan himbauan kepada warga untuk meninggalkan wilayah berisiko konflik.
Respons Internal dan Kekhawatiran Perang
Laporan media internasional menunjukkan adanya kekhawatiran di dalam pemerintahan AS sendiri mengenai potensi perang berkepanjangan jika serangan militer dilaksanakan. Sejumlah pejabat menilai risiko konflik besar di Timur Tengah tetap tinggi.
