Serangan Drone Iran Kembali Bidik Ladang Minyak Arab Saudi

Serangan drone yang diduga diluncurkan oleh Iran kembali menyasar fasilitas energi di Arab Saudi. Kali ini, targetnya adalah ladang minyak Shaybah yang berada di wilayah selatan negara tersebut.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan sistem pertahanan udara berhasil mencegat sejumlah drone sebelum mencapai sasaran. Dalam pernyataannya, militer Saudi menyebut sedikitnya belasan drone berhasil dihancurkan saat mendekati fasilitas minyak di kawasan gurun Rub’ al-Khali.

Serangan tersebut merupakan bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Teluk Persia setelah perang yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memicu serangkaian serangan balasan di berbagai negara Timur Tengah.

Beberapa fasilitas energi di kawasan tersebut sebelumnya juga menjadi sasaran serangan, termasuk kilang minyak besar di Ras Tanura milik Saudi Aramco. Serangan drone pada awal Maret sempat memicu kebakaran kecil dan memaksa penghentian sementara operasi di kompleks kilang tersebut.

Meski sebagian besar drone berhasil dicegat, ketegangan yang terus meningkat membuat keamanan infrastruktur energi di Timur Tengah semakin menjadi perhatian global. Serangan terhadap fasilitas minyak juga menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia serta lonjakan harga minyak di pasar internasional.

Pemerintah Arab Saudi menegaskan akan terus memperkuat pertahanan udara guna melindungi fasilitas vital negara. Sementara itu, situasi keamanan di kawasan masih dipantau ketat oleh berbagai negara karena dikhawatirkan dapat memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah.