Rusia dan China Soroti Kematian Ali Larijani, Serukan Penahanan Diri

Kabar gugurnya Ali Larijani dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel memicu reaksi dari sejumlah negara besar, termasuk Rusia dan China. Kedua negara tersebut menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus menyerukan semua pihak untuk menahan diri di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Pemerintah Rusia melalui pernyataan resminya mengutuk tindakan yang dinilai dapat memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah. Moskow menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan memperingatkan bahwa eskalasi lanjutan hanya akan memperluas dampak konflik.

Sementara itu, pemerintah China juga menyampaikan sikap serupa dengan menekankan pentingnya menjaga stabilitas regional. Beijing mengimbau semua pihak untuk menghindari tindakan provokatif serta mengedepankan dialog guna mencegah konflik semakin meluas.

Kematian Ali Larijani dinilai sebagai peristiwa yang berpotensi meningkatkan ketegangan antara Iran dan Israel, yang sebelumnya sudah berada dalam situasi sensitif. Sejumlah pengamat menilai respons dari Rusia dan China mencerminkan kekhawatiran global terhadap kemungkinan eskalasi konflik yang lebih besar.

Hingga saat ini, situasi di kawasan masih terus dipantau oleh berbagai pihak internasional, sementara seruan untuk menahan diri dan mengedepankan diplomasi terus digaungkan.