Korban tewas akibat tabrakan kereta cepat di Spanyol kini bertambah menjadi 39 orang dan puluhan lainnya terluka. Gerbong-gerbong kereta tujuan Madrid tergelincir dan menyeberang ke jalur berlawanan, bertabrakan dengan kereta yang datang dari arah berlawanan di Adamuz, dekat kota Cordoba, Minggu (18/1/2026) malam. Menurut jaringan kereta api, terdapat 400 penumpang dan staf di kedua kereta tersebut, dikutip dari BBC, Senin (19/1/2026). Layanan darurat Andalusia mencatat, setidaknya 73 orang dilarikan ke rumah sakit, 24 di antaranya mengalami luka serius, termasuk empat anak.

Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente menggambarkan tabrakan itu sebagai insiden sangat aneh, sementara para pejabat meluncurkan penyelidikan. Semua pakar perkeretaapian yang dikonsultasikan oleh pemerintah juga mengaku bingung dengan kecelakaan itu. Operator jaringan kereta api, Adif mengatakan, tabrakan terjadi pada pukul 19.45 waktu setempat, sekitar satu jam setelah kereta meninggalkan Malaga menuju Madrid.

Kereta tersebut tergelincir di jalur rel yang lurus. Menurut Puente, kekuatan benturan tersebut mendorong gerbong-gerbong kereta kedua ke tanggul. Sebagian besar korban tewas dan luka-luka berada di gerbong depan kereta kedua yang sedang melakukan perjalanan dari Madrid ke Huelva. Jenis kereta yang terlibat dalam kecelakaan itu adalah Freccia 1000 yang dapat mencapai kecepatan tertinggi 400 km/jam.

Tim penyelamat menjelaskan, puing-puing kereta yang hancur berantakan membuat sulit untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak di dalam gerbong. "Kami bahkan pernah harus memindahkan jenazah untuk dapat menjangkau seseorang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang sulit dan rumit," kata Kepala pemadam kebakaran Cordoba, Francisco Carmona kepada stasiun televisi publik Spanyol RTVE. Salvador Jimenez, seorang jurnalis dari RTVE yang berada di salah satu kereta, mengatakan bahwa benturan itu terasa seperti gempa.