Kilang AS Kesulitan Menyerap Lonjakan Minyak Venezuela, Stok Melonjak
Kilang-kilang minyak di Amerika Serikat kini menghadapi tantangan serius menyerap lonjakan pasokan minyak mentah dari Venezuela setelah kesepakatan suplai besar antara kedua negara. Situasi ini membuat sebagian volume minyak Venezuela tetap tidak terserap dan terpaksa disimpan, memicu tekanan pada pasar dan stok yang belum laku diproses.
Lonjakan ini terjadi setelah kesepakatan senilai sekitar US$2 miliar antara Washington dan Caracas yang memperbolehkan peningkatan ekspor minyak Venezuela ke AS. Sejak itu, ekspor minyak dari Venezuela ke kilang AS hampir tiga kali lipat, mencapai sekitar 284.000 barel per hari pada bulan terakhir berdasarkan data pengiriman tanker.
Namun permintaan di dalam negeri Amerika yang relatif lemah membuat kilang-kilang di Pantai Teluk (Gulf Coast) kesulitan menyerap pasokan baru tersebut. Beberapa fasilitas belum sepenuhnya siap menangani jenis minyak berat dari Venezuela, sehingga sebagian volume harus ditampung atau dicari pembeli alternatif.
Sejumlah perusahaan perdagangan besar seperti Vitol dan Trafigura mendapat izin untuk menjual minyak Venezuela di AS, namun kini mengalami kesulitan menemukan cukup pembeli di antara kilang AS karena kapasitas penyerap yang terbatas.
Sementara itu, beberapa kilang besar seperti Phillips 66 menyatakan kapasitas mereka memang dapat memproses minyak Venezuela dalam jumlah tertentu, tetapi harga dan kesiapan fasilitas menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian.
Kondisi ini memperlihatkan salah satu dampak awal dari perubahan hubungan energi antara AS dan Venezuela. Meski pasokan meningkat, tantangan teknis, harga, dan permintaan akan menentukan seberapa cepat kilang AS dapat memanfaatkan minyak asal Venezuela secara penuh.
