Kematian 72 Harimau di Taman Wisata Thailand Disebut Bukan karena Flu Burung
Jakarta – Otoritas Thailand mengungkap bahwa 72 harimau yang mati di dua taman wisata satwa di provinsi Chiang Mai bukan disebabkan oleh virus flu burung, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ancaman penyakit ini terhadap manusia.
Peristiwa tragis ini terjadi pada awal hingga pertengahan Februari 2026, ketika puluhan harimau yang dipelihara di fasilitas wisata Tiger Kingdom di distrik Mae Rim dan Mae Taeng mendadak sakit dan meninggal dalam waktu kurang lebih 10 hari.
Pejabat kesehatan Thailand menyatakan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa penyebab kematian adalah infeksi virus yang tidak dikenal menyerang manusia, bukan virus influenza tipe A penyebab flu burung. Karena itu, belum ada kasus penularan dari hewan ke manusia yang dilaporkan meski otoritas tetap memantau kesehatan orang‑orang yang berkontak langsung dengan hewan tersebut.
Selain itu, otopsi dan pemeriksaan lanjutan menunjukkan kemungkinan kombinasi virus dan infeksi bakteri sebagai penyebab utama kematian massal ini. Para pejabat terkait juga telah melakukan protokol pengendalian seperti disinfeksi area dan pemantauan kesehatan hewan lain yang tersisa di lokasi.
Kasus ini sempat menimbulkan kekhawatiran karena flu burung (avian influenza) belakangan kembali muncul di Asia, tetapi temuan ilmiah tersebut membantu meredam ketakutan akan potensi wabah yang lebih luas. Pemerintah Thailand juga menegaskan bahwa tidak ada bukti virus penyebab kematian harimau yang dapat menyebar ke manusia hingga saat ini.
Peristiwa ini sekaligus menyoroti pentingnya pengawasan kesehatan hewan di fasilitas wisata satwa, terutama pada spesies yang rentan seperti harimau, untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.
