Kapal Tanker Terbakar di Selat Hormuz Usai Serangan Drone, Ketegangan Memanas
Jakarta — Sebuah kapal tanker minyak dilaporkan masih terbakar di perairan Selat Hormuz setelah menjadi sasaran serangan drone, di tengah meningkatnya konflik di kawasan Teluk Persia yang melibatkan Iran dan sekutu-sekutunya. Insiden ini semakin memperburuk ketegangan di jalur pelayaran yang sangat penting bagi pasokan energi global.
Menurut pernyataan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran, tanker berbendera Honduras bernama Athe Nova terbakar setelah terkena serangan dua drone saat melintas di selat tersebut. Selat Hormuz merupakan jalur strategis dimana sekitar seperlima dari total minyak dunia diangkut melalui laut ini.
Pihak Iran menyatakan kapal itu berada di area perairan yang mereka kendalikan dan menuding kapal tersebut “bekerja sama dengan Amerika Serikat.” Namun, baik pemilik maupun manajer kapal belum memberikan komentar resmi terkait serangan itu.
Serangan terhadap kapal tanker ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang lebih luas antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Ketegangan di perairan tersebut telah menyebabkan banyak kapal tanker minyak dan gas alam cair menunda perjalanan atau berlabuh di luar selat demi keselamatan.
Akibat konflik ini, pelayaran melalui Selat Hormuz juga mengalami gangguan masif, menyebabkan lebih dari 150 kapal terdampar atau menunggu di lepas pantai, dan berpotensi mengancam stabilitas pasokan energi dunia.
Situasi ini juga memicu lonjakan harga minyak global karena kekhawatiran atas terganggunya aliran minyak mentah yang melewati jalur laut vital tersebut.
Hingga kini, kapal tanker masih berada di lokasi kejadian dengan api yang belum sepenuhnya dipadamkan, sementara otoritas maritim dan keamanan terus memantau situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz.
