Iran Tuduh AS Cari-cari Alasan Agar Perundingan di Pakistan Gagal
Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat (AS) sengaja mencari-cari alasan untuk menggagalkan perundingan yang berlangsung di Islamabad, Pakistan. Tuduhan ini muncul setelah pembicaraan antara kedua negara tidak menghasilkan kesepakatan apa pun.
Menurut laporan media Iran, keberhasilan perundingan sangat bergantung pada perubahan sikap AS yang dinilai mengajukan tuntutan tidak realistis. Salah satu isu utama yang menjadi hambatan adalah persoalan strategis seperti Selat Hormuz, program nuklir, serta sejumlah kepentingan regional lainnya.
Sumber yang dekat dengan delegasi Iran menyebut bahwa AS mengajukan tuntutan yang bahkan tidak bisa mereka capai melalui konflik militer. Iran pun menilai Washington tidak benar-benar berniat mencapai kesepakatan, melainkan hanya ingin memperbaiki citra di mata internasional.
Di sisi lain, pihak AS memiliki pandangan berbeda. Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa kegagalan perundingan terjadi karena Iran tidak memberikan komitmen jelas untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir.
Perundingan yang berlangsung selama lebih dari 20 jam tersebut memang menghasilkan sejumlah pembahasan substantif. Namun, perbedaan mendasar dalam beberapa isu penting membuat kedua negara tidak mencapai titik temu.
Meski gagal, upaya diplomasi belum sepenuhnya berakhir. Kedua pihak disebut masih membuka kemungkinan melanjutkan pembicaraan setelah melakukan konsultasi internal dengan tim masing-masing. Sementara itu, Pakistan sebagai mediator terus berupaya menjembatani perbedaan yang ada.
Kegagalan ini menambah panjang daftar ketegangan antara Iran dan AS, sekaligus menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih menghadapi tantangan besar.
