Iran Terus Luncurkan Rudal dan Drone, Arab Saudi Ingatkan Bahaya Salah Perhitungan
Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran terus meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan Teluk. Menanggapi situasi tersebut, pemerintah Arab Saudi memperingatkan Iran agar tidak melakukan langkah yang dapat memperparah konflik.
Menteri Pertahanan Arab Saudi, Khalid bin Salman, menegaskan bahwa Teheran harus menghindari “salah perhitungan” dalam mengambil tindakan militer. Ia menilai serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran dapat mengancam stabilitas keamanan kawasan.
Menurut Kementerian Pertahanan Saudi, sistem pertahanan udara mereka telah berhasil mencegat sejumlah ancaman udara, termasuk rudal balistik yang diarahkan ke Prince Sultan Air Base serta beberapa drone yang menuju ladang minyak Shaybah di wilayah timur kerajaan.
Serangan tersebut terjadi di tengah konflik yang lebih luas setelah operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu aksi balasan dari Teheran. Dalam beberapa hari terakhir, serangan Iran dilaporkan menargetkan pangkalan militer, fasilitas energi, hingga wilayah sekutu Amerika di kawasan Teluk.
Arab Saudi menilai aksi militer tersebut dapat memperburuk situasi keamanan regional dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas. Oleh karena itu, Riyadh mendesak Iran untuk bertindak dengan bijak dan menahan diri agar ketegangan tidak semakin meningkat.
Sementara itu, negara-negara di kawasan Timur Tengah terus meningkatkan kesiagaan militer seiring meningkatnya serangan rudal dan drone yang dilaporkan terjadi di beberapa negara Teluk dalam beberapa hari terakhir.
